Pemkot Bangun 70 Perpustakaan Masjid.
PALEMBANG, SRIPOKU.COM – Upaya Pemerintah Kota Palembang untuk memakmurkan masjid yang kini jumlahnya baru mencapai 780 dari target 1001 masjid, masih terus ditingkatkan dengan membentuk perpustakaan dan koperasi masjid. Tidak hanya itu, masjid yang memiliki nilai sejarah masuknya Islam di Palembang tidak akan dibangun baru, tetapi hanya direstorasi.
Hal ini dikatakan Walikota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT, saat membuka Musda ke II Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Palembang, di Masjid Nurul Ikhwan Kompleks Perkantoran PT PLN (Persero) Cabang Palembang Jl Kapten A Rivai, Minggu (20/2/2011). “Dari banyak masjid yang sudah berdiri di Palembang, umumnya dibangun dari dana swadaya masyarakat. Kini setiap lingkungan ada bangunan masjid,” katanya.
Eddy mengakui, selama menjabat Walikota Palembang, ia sudah mengunjungi 390 masjid dan kunjungan dari masjid ke masjid akan terus dilakukan hingga akhir masa jabatannya. Baginya, masjid adalah tempat sakral yang bisa mencerdaskan warga dan lingkungannya. Untuk itu, program pembuatan paket perpustakaan masjid yang kini dibentuk 70 unit akan ditambah tahun 2011 ini 70 unit lagi. Diharapkan di satu kelurahan terdapat dua perpustakaan masjid. Untuk ketersediaan buku-buku, ungkap Eddy Santana Putra. pemerintah akan membantu penyediaan alat serta buku bacaan sehingga fungsi masjid akan bertambah.
Terkait adanya hirarki status masjid, saat ini Pemkot Palembang tengah mengupayakan masjid Alfathul Akbar yang berada di Simpang Jakabaring akan dijadikan masjid Raya Kota sehingga perlu dilakukan pembangunan.
“Saat ini kita sedang menunggu pelimpahan dari pengurus. Begitu selesai akan dibangun lebih indah lagi,” kata Eddy, seraya menjelaskan, saat ini Masjid Agung SMB II Palembang statusnya masjid nasional, sedangkan masjid Raya Taqwa di Talangsemut statusnya masjid provinsi yang kini sudah megah dan cantik setelah dilakukan renovasi oleh Pemprov Sumsel.
Terkait keberadaan masjid di Palembang, Eddy Santana Putra mi
